Obat Luka Diabetes Melitus Dan Makanan Untuk Penderita Diabetes

Diabetes Melitus | Obat Luka Diabetes Melitus |  Makanan Untuk Penderita Diabetes | Perawatan Luka Diabetes :

“Setelah minum selama 3 hari, luka sudah kering. Seminggu kemudian sudah ngelothok semuanya”

Diabetes Melitus,Obat Luka Diabetes Melitus,Makanan Untuk Penderita Diabetes,Perawatan Luka Diabetes,Slutena,Naturally PlusAcara SFL XLER8 System tanggal 13 September 2011 di Kantor Naturally Plus Indonesia, Wisma BNI 46 Sudirman Jakarta dilengkapi motivasi & testimoni dari Pak Munawir. Beliau menjadi sangat istimewa karena usianya yang sudah lanjut (70 tahun) memberikan semangat kepada audiens yang rata-rata masih usia muda. Begini testimoni beliau:

“Assalaamu ‘alaikum wr.wb. Nama saya Munawir usia 70 tahun. Awalnya saya masuk ke Naturally Plus ini karena kena penyakit gula darah dan kedua kaki saya luka ketabrak mobil, dan kaki saya bonyok kanan kirinya (sambil pak Munawir memperlihatkan bekas luka di kedua kakinya). Setiap sore, selama lima hari kedua kaki saya membengkak dan kemerah-merahan akibat luka diabetes.

Kebetulan anak mantu saya sudah ada di sini (Naturally Plus), saya disuruh konsumsi Super Lutein (S Lutena). Ternyata setelah minum selama 3 hari, pagi siang dan sore masing-masing 3 kapsul, luka sudah kering. Seminggu kemudian sudah ngelothok semuanya.

Menariknya lagi, saya memiliki gula darah sudah 6 tahun. Konsumsi obat dokter tidak kunjung sembuh. Dua hari sebelum konsumsi Super Lutein (S Lutena) saya cek gula darah saya mencapai 298. Tetapi setelah 10 hari konsumsi Super Lutein (S Lutena), saya cek lagi gula darah tinggal 240.

Selain itu saya juga punya teman, dia menderita penyakit saraf mata, sudah berulang kali berobat ke Rumah Sakit “SW”, tetapi tidak kunjung sembuh. Saya anjurkan supaya konsumsi Super Lutein (S Lutena) untuk lima hari. Sehari minum 6 kapsul. Pagi 3 kapsul, sore 3 kapsul. Ternyata 5 hari belum sembuh.

Akhirnya dia beli 1 botol. Setelah konsumsi 1 minggu, masing-masing 2×3 kapsul setiap hari, dia sudah merasakan enak, dan matanya tidak terasa sakit lagi. Sampai sekarang dia masih meneruskan konsumsi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *