Obat Penyakit Jantung Dan Ciri – Ciri Penyakit Jantung

Obat Penyakit Jantung | Penyakit Jantung Berdebar – Debar | Penyakit Jantung Koroner | Gagal Jantung  | Ciri – Ciri Penyakit Jantung  :

“Sekarang saya tidak merasakan jantung berdebar-debar lagi. Padahal biasanya sehari sampai 4 kali.….”

Obat Penyakit Jantung,Penyakit Jantung Berdebar - Debar,Penyakit Jantung Koroner,Gagal Jantung,Ciri - Ciri Penyakit Jantung,Jantung Koroner,Slutena Naturally PlusDalam acara presentasi SFL (Share for Life) XLER8 System di Kantor Naturally Plus Wisma BNI 46 Jakarta, ada seorang peserta yang maju ke depan untuk memberikan kesaksian. Berikut kesaksian beliau:

“Saya Ibu Herta, usia 46 tahun, karyawan (perawat) sebuah rumah sakit di Depok. Saya punya penyakit yang sudah kronis, dan obatnya tidak ada di Indonesia. Selalu beli di Singapura atau Malaysia. Bukan harga obatnya yang mahal, tapi ongkos kirimnya yang mahal.

Sampai saat ini saya masih diterapi sama dokter jantung. Saya jenuh minum obat jantung, sampai saya tanya ke dokter: “Pak dokter, sampai kapan sih saya minum obat jantung ini? Apakah dengan kondisi seperti ini umur saya bisa sampai 60 tahun?”

Karena itu menyangkut katup jantung saya. Setiap hari denyut jantung saya terasa sendut-sendut dan berdebar-debar, terus hilang. Otomatis saya akan jadi lemas.

Tetapi setelah beberapa hari minum produk Super Lutein (S Lutena) yang diperkenalkan oleh Pak Sudi, saya sudah tidak merasakan jantung berdebar-debar lagi. Padahal biasanya sehari sampai 4 kali. Tetapi ini sudah beberapa hari, saya tidak merasakan lagi.

Keluhan saya yang kedua adalah mata plusnya sudah 1,5 karena saya sudah umur 46 tahun. Mata minus 3/4 (tiga per empat) dan silinder 1,5. Tapi saya malas sekali pakai kaca mata. Sampai dokter mata bilang, “itu mata harus dipakaikan kaca mata!”

Setelah saya terima produk Super Lutein (S Lutena) dari Pak Sudi pada hari rabu, lalu malamnya saya minum. Puji Tuhan banget, setelah 3 hari, yaitu hari minggu pagi saya baca Alkitab yang hurufnya kecil, saya bisa baca. Padahal tanpa kaca mata.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *